Minggu, 06 Juli 2014

SHONICHI ( Tentang Kerasnya Meraih Impian ) "Chapter 1"


CHAPTER 1
THIS IS 48 SCHOOL
 

*** Akhirnya karena takut kena hukuman seperti Zee, X3 pun kembali kekelas mereka. Tapi sebelum mereka pergi, Kinal memberikan isyarat kepada Naomi yang isinya menantang untuk melanjutkan peperangan mereka saat pulang sekolah nanti, sayangnya hal itu tak disadari oleh Melody dan Naomi yang mengerti isyarat tersebut dengan santainya tersenyum tanda setuju. Entah apa yang akan terjadi, yang pasti aku, Barry dan Shofa tak ingin ikut terlibat lagi ***

Chapter 1
THIS IS 48 SCHOOL

Hari ini cuaca begitu cerah, sinar mataharipun begitu indah bersinar. Meski agak malas karena susana liburan yang masih berbekas, kulangkahkan kakiku menuju Sekolah. Sebuah Sekolah Elite di sudut kota Jakarta, yang para siswanya dikenal masuk jajaran siswa berprestasi seJakarta dan juga anak para Pengusaha Pengusaha besar. Betapa beruntungnya aku bisa masuk kesekolah ini, tapi terkadang keberuntungan itu berubah menjadi bencana seketika bila kuingat aku harus bersekolah dengan segerombolan anak anak yang terkadang lebih mengedepankan Popularitas mereka dan tak segan menindas para murid yang dianggap kurang Populer. Oia perkenalkan, Namaku Yudha, Januar Permana Yudha, aku duduk di bangku kelas XII, aku memang bukan murid yang begitu populer disekolah, apalagi aku hanya berasal dari golongan keluarga biasa yang masuk kesekolah ini karena Beasiswa. Meski begitu aku tak pernah takut kehabisan uang atau kalah saing dengan murid lain, karena dengan otakku yang encer aku sangat diandalkan oleh mereka yang memang daya tangkap pelajarannya kurang. Setiap tugas yang mereka berikan padaku selalu kukerjakan dan sebagai imbalannya mereka akan memberikan apapun yang kuminta, mulai dari uang, sampai gadget terbaru yang tak mampu kubeli. Selama caranya Halal tentunya bukan masalahkan? Sedang asyik berjalan tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat disampingku.

“ Eh Curut tumben loe jalan kaki, motor loe kemana?” Kata Shofa
“ Iye, melas amat sih! Dijual buat biaya liburan ya?” Kata Barry
“ Ehhh anak kampret, bukan ajakin gue nebeng malah ngeledek!” Kataku
“ Lagi emang motor loe kemana?” Kata Barry
“ Masuk bengkel, servis rutin, hari ini jadwalnya!” Kataku
“ Yaudah ayo masuk!” Kata Shofa

Aku segera masuk kemobil milik Shofa, Shofa dan Barry adalah sahabatku dari kelas X, kami trio yang cukup aneh, karena kami meliliki karakter dan kepribadian yang amat berbeda satu sama lain, tapi meski begitu hubungan kami bertiga sangat akrab sebagai sahabat. Mobil terus melaju menuju kesekolah dan tak lama kamipun sampai. Kami segera menuju kekelas, tapi saat dikoridor Shofa menghentikan langkah kami. Awalnya aku merasa bingung, tapi tak lama aku sadar tak jauh didepan kami ada salah satu Genk Paling Populer disekolah kami, mereka adalah The Zee, mereka berisikan 6 orang anggota, Pertama ada ketua mereka Kinal yang merupakan sosok paling vital di grup ini, lalu Sendy yang ternyata dibalik sikap anggunnya dia adalah penyuka lagu dangdut, Nabilah yang terkenal paling muda di grup dan paling nyablak, ia juga penyuka musik cadas, Ayana si tukang tidur yang memiliki wajah polos dan suka tertawa juga terkadang lemot, Shania si Miss Ferfect yang selalu menginginkan segalas sesuatunya sempurna, dan Haruka Siswa baru pindahan dari Jepang yang polos dan kadang lemot.

“ Mampus... Asli mampus!” Kata Shofa
“ Kenapa sih loe?” Kataku heran
“ Tau nih, ada apaan sih?” Kata Barry
“ Kalian lupa kejadian waktu sore pas sebelum kita liburan sekolah?” Kata Shofa
“ Bentar.... oooo yang Zee Ribut Sama X3 itukan? Kataku
“ Nah, Cuma kita saksinya!” Kata Shofa
“ Terus Kenapa?” Kata Barry
“ Gw denger sekarang si Ketua Osis Killer Melody sama Wakilnya Ve lagi nyari siapa pelaku perusakan ruang osis!” Kata Shofa
“ Hubungannya sama kita apaan?” Kataku
“ Kita adalah saksi kunci saat mereka ribut sama X3 dan akibatnya ruangan Osis ancur!” Kata Shofa
“ Kalo gitu cabut, cabut, cabut, serius mendingan cabut!” Kata Barry

Untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan kamipun berusaha untuk menghindari mereka, tapi sebelum kami sempat melakukannya, Kinal dengan lantang memanggil nama kami meski status mereka adalah adik kelas kami.

“ Yudha, Shofa, Barry!!! Mau kemana loe semua?” Kata Kinal
“ Sialan ketauan kan kita” Kataku
“ Loe mau beresin masalah sekarang atau kita jamin hari ini adalah hari terakhir kalian sekolah” Kata Sendy

Suasana dikoridurpun mendadak hening, Siswa lain hanya berani melihat dan sebagian lagi memilih untuk menyingkir. Kami bertiga membalikan badan kami, benar benar hari pertama sekolah yang sial buatku, andai saja mereka bukan kumpulan anak anak pejabat penting disekolah ini pasti sudah ku hajar mereka satu persatu. Apa sulitnya menghajar adik adik kelas perempuan ini, meski kecantikan mereka diatas rata rata siswa disekolah ini, tapi untuk kami bertiga mereka adalah musuh utama yang harus dibasmi. Akhirnya kamipun memasang muka polos dan pura pura tidak tau atas kejadian yang kami lihat waktu itu.

“ Ehhh... Kinal ada apa nih?” Kataku
“ Pake nanya lagi! Kalian bertiga mendingan ikut kita sekarang! Kata Kinal
“ Tapi Nal 10 menit lagikan kita masuk kelas!” Kata Shofa
“ Nah itu dia, nanti aja ya jam istirahat” Kata Barry
“ Iya betul 10 menit lagikan kita masuk kelas” Kata Haruka dengan logat Jepangnya
“ Gue gak mau tau! Ini lagi Haruka, udah diem aja” Kata Kinal
“  Tau, udah seret aja seret, hahahaha” Kata Nabilah
“ Buset bil, diseret? Iya iya kita ikut deh!” Kata Barry

Kami bertiga akhirnya mengikuti mereka ketempat yang selama ini dijadikan markas The Zee, mereka benar benar sukses membuat kami seperti kerbau dungu yang dicokok hidungnya. Semua murid yang melihat kami lewat hanya bisa melihat sambil berbisik, karena mereka juga tak mau membuat masalah dengan The Zee, sekali mereka terlibat masalah dengan gerombolan ini sama saja berarti mereka telah membuka pintu menuju neraka sekolah, apalagi jika mereka hanya murid biasa seperti kami bertiga. Sesampainya disana pintu langsung mereka tutup, kami didudukan di bangku, persis seperti tahanan yang akan di introgasi.

“ Ehhh... Jangan fikir kita gak tau ya kelakuan kalian bertiga waktu kita ribut sama X3!” Bentak Kinal
“ Tau, kalian fikir kami gak liat! Kata Shania
“ Emang kalian liat apa dari kita?” Kata Barry
“ Wahh... malah ngajak bercanda ini anak! Udah siksa aja siksa!!!” Celetuk Nabilah
“ Ehhh tardulu dong, emang kita salah apa? Kita gak tau apa apa” Kataku
“ Iya emang mereka salah apa?” Kata Haruka
“ Ihhh Haruka diem dulu deh!” Kata Sendy
“ Bentar Nal, buktinya apa kalo kita terlibat?” Kata Shofa
“ Majalah ini jelas bukti kalo kalian ada dilokasi saat itu” Kata Kinal

Sebuah majalah pun dilemparkan ke meja didepan kami, majalah tentang sepak bola yang terbit seminggu sekali yang biasa dibeli Barry. Jelas kami tidak bisa mengelak, disitu ada tanda tangan milik pemain Timnas yang jadi Idola Barry plus tulisan yang tertera jelas di sampul majalah yang isinya “Buku ini milik GanbaBarry”.

“ Yaelah.... penyakit dah!” Kata Shofa
“ Kok bisa sih loe tinggal? Pake loe tulisin milik GanbaBarry segala lagi” Kataku
“ Lupa gue, pantesan gue cariin gak ada!” Kata Barry
“ Nah sekarang mau ngelak gimana lagi loe?” Kata Kinal
“ Udah Nal, Abisin aja ni anak!” Kata Shania
“ Iya udah hajarrr aja hajarrr.. kita kerjain abis abisan! hahahaha” Kata Nabilah
“ Oke! Dari pada jadi masalah, mending kita abisin sekarang biar gak buka mulut” Kata Kinal

Kami bertiga sudah pasrah menerima apapun yang akan mereka lakukan, yang pasti ini akan jadi hari bersejarah dimana kami bertiga harus dikerjai abis abisan oleh adik kelas kami sendiri. Tapi ketika mereka akan mengerjai kami tiba tiba Brrakk.....!!! pintu terbuka dengan keras, dan saat kami menoleh ternyata itu adalah Melody dan wakilnya Ve.

“ Kalian tau ini jam berapa? Kenapa belum masuk kelas?” Kata Melody
“ Heh...sopan ya loe maen masuk aja tanpa permisi!” jawab Kinal
“ Gue ketua Osis disini dan gue berhak negakin peraturan!” Kata Melody
“ Jadi mending kalian ikut kita kelapangan untuk dihukum atau kami mesti bilang kepala sekolah?” Kata ve
“ Sialan pilihannya cuma itu lagi nal, gimana dong” kata Shania
“ Oke, kali ini kalian menang! Tapi awas lain kali” Kata Kinal
“ Oiya? Uupppsss... gw takut! Kata Melody

Akhirnya sementara kami selamat dari hukuman The Zee, tapi tak bisa lolos dari si Ketua Osis dan wakilnya yang berwajah cantik namun dikenal killer, terutama bagi para pembuat Onar seperti The Zee dan X3. Melody memang dikenal sebagai ketua Osis paling tegas dan sukses sepanjang sejarah sekolah, ia juga diklaim sebagai Ketua Osis paling cantik sepanjang sejarah sekolah. Apalagi kinerjanya ditunjang Ve wakilnya yang juga tak kalah cantik dan lebih feminim tapi ia adalah otak dibalik semua hukuman yang ditakuti oleh semua murid disekolah, tak terkecuali The Zee dan X3 yang lebih mirip anak ayam yang tak bernyali jika berhadapan dengan mereka berdua.

“ Akhirnya kita lolos ya dari Zee, tapi kena sama dua Killer!” Kata Barry
“ Ini sih sama aja masuk kandang macan keluar kandang singa” Kata Shofa
“ Terbalik!” Kataku
“ Heh, ngobrol aja! Inget ya kalian masih ada masalah sama kita” Kata Shania

Sesampainya dilapangan Melody meminta kami untuk berjajar, dan saat ia melihat kami satu persatu sepertinya ia merasa ada yang aneh, lalu bertanya pada Ve. Begitupun Ve yang juga nampak keheranan melihat kami.

“ Oia, kenapa The Zee Cuma berlima? mana satu orang lagi?” Kata Melody
“ Mana gue tau!” Kata Kinal
“ Sebentar, kayaknya Ayana nih yang ilang, kemana itu anak?” Kata Ve
“ Ehh... Yaudah gue aja yang cek!” Kata Sendy
“ Enak aja, yang ada loe gak akan balik lagi. Yud loe aja yang pergi” Kata Melody
“ Yah kok gue Mel?” Kataku
“ Atau mau hukuman loe gue tambah?” Kata Melody

Dengan malasnya akupun kembali ke markas The Zee, berurusan dengan mereka aja belum selesai, sekarang aku malah disuruh untuk menjemput salah satu anggota mereka di markasnya. Fikiran aneh aneh mulai menyapaku, mulai dari aku yang akan ditahan disana untuk bahan tebusan Anggota Zee yang sedang dihukum atau malah aku yang akan di kerjai habis habisan lalu balik di tinggal. Tapi bagai mana lagi, dari pada hukumanku ditambah. Sesampainya disana aku langsung mencari Ayana, anggota Zee yang paling mudah tertawa dan susah untuk berhenti jika sudah tertawa dan mudah tertidur dimana saja ketika ia merasa ngantuk.

“ Mana itu anak? Kok gak ada?” Gerutuku dalam hati.

Tapi tak lama aku menemukannya sedang tertidur di salah satu kursi yang teletak di pojok ruangan, pantas saja ia tak datang kelapangan. Aku juga baru sadar ternyata ia tak ikut mengintrogasi kami tadi karena tertidur, dan karena saking takutnya kami bertigapun tak sadar akan hal itu. Tapi saat aku mendekatinya entah kenapa aku baru tersadar jika Ayana memiliki wajah yang manis bahkan diantara anggota Zee lainnya, sesaat langkahku terhenti, mataku tak bisa lepas dari wajah anggota Zee yang kadang lemotnya bisa melebihi Haruka ini.

 “wajahnya sih polos tapi kenapa harus ikut gabung sama Zee? “ Fikirku.

Tapi saat aku sedang memandangi wajahnya secara tak sengaja aku menendang meja disamping ku dan suaranya membuat Ayana terbangun.

“ Lohhh kamu ngapain disini? Yang lain mana?” Kata Ayana
“ Yehhh gue suruh ngejemput loe, tadi Melody kesini dan ngehukum anak anak karena bolos jam pelajaran pertama” Kataku
“ Terus sekarang pada kemana?” Kata Ayana
“ Dilapangan noh, ayo kesana” Kataku
“ Ngapain?” Kata Ayana
“ Ya ampun ayy, loe tuh kalo lemot kadang berlebihan deh, ya kita dihukum sama Duo Killer itu” Kataku
“ Ohhh... hehehehe” Kata Ayana yang malah tersenyum

Seketika ingatan burukku tentang Jungkies menghilang saat kulihat manis senyuman dari cewek bermata sayu ini, tapi sedang asik asiknya berjalan dikoridor, ingatan buruk itu muncul lagi saat ayana berbalik menghadapku dan mengancamku untuk tidak bilang kalo ia tertidur.

“ Awas ya kalo kamu bilangin aku tadi ketiduran!” KataAyana
“ Iyaa deh iyaa” Kataku

Lalu kami pun melanjutkan perjalanan kami, saat sampai dilapangan Melody langsung menegur ayana.

“ Abis dari mana loe?” Kata Melody
“ Tadi emmm aku abiss eeemmm dari kamar mandi ka Imel tanya aja Yudha” Kata Ayana
“ Bener Yud?” Kata Melody
“ Emmm.... Eee....” Kataku

Dan tanpa sadar Ayana menginjak kakiku sehingga sambil menahan sakitpun aku menjawab Iya.

“ Oooo... Gue fikir loe ketiduran” Kata Melody
“ Nggak dong kak Imel, aku mana pernah begitu hehehehe” Kata Ayana
“ Yaudah masuk barisan jangan senyam senyum aja kamu!” Kata Ve

And The Nightmare Begin! Hukumanpun dimulai, hukuman yang bahkan bukan disebabkan oleh ulah kami sendiri. Saat itu jujur saja kekesalanku kepada Zee makin bertambah, tapi entah kenapa dibalik rasa kesalku sesekali senyuman dan wajah Ayana malah sering terbayang olehku. Hukumanpun dimulai, kami harus berdiri menghormat bendera sampai jam istirahat tiba, itu artinya hampir 2 jam. Tak sampai disitu, kami dilarang berbicara apapun dan bergerak selama kami menjalani hukuman, benar benar seperti patung. Dan yang paling parah adalah saaat gerombolan X3 lewat depan kami.

“ Ehh,,, Bentar deh, itu Zee lagi dihukum Duo Killer ya?” Kata Sinka
“ Ihhh iyaaa lucuk ya mereka lucuk! Hahaha” Kata Yuvi
“ Hah... Zee emang gak lebih dari Genk yang gak becus bikin onar, buktinya dia ketangkep sama Duo Killer” Kata Naomi
“ Yesss yess i’am so agree with you” Kata Della
“ Artinya emang loe ngerti?” Kata Rona
“ Noo no i’am no ngerti sebenernya, pokoknya itulah!” Kata Della

Kehadiran X3 ternyata disadari kapten Zee Kinal, ya Musuh mereka dari kelas X yang tak lain adalah adik kelas mereka, deretan siswa baru yang tak mau kalah populer dan akhirnya menciptakan sebuah Genk bernama X3. Soal kecantikan mereka tidak perlu ditanya, hanya mereka lah yang mampu menyaingi Zee baik dari segi popularitas, kekayaan maupun kecantikan para anggotanya. Tapi meski begitu kedua genk yang sering berseteru ini sama sama punya kesamaan yang ditakuti murid murid lain bahkan kaka kelas mereka sekalipun yaitu suka berbuat Onar. X3 diketuai oleh Naomi yang merupakan otak terbentuknya X3, dan beranggotakan Sinka adiknya yang tak kalah polos dan lucu dari Ayana dan Haruka, lalu ada Rona Anak rockernya X3 yang merupakan saingan dari Nabilah di Zee, Lidya yang Juteknya jadi bahan masalah utama Shania, Yuvi yang menggemaskan, dan Della anggota yang paling sering berbicara Bahasa Inggris meskipun kadang belepotan. Tapi sama seperti anggota Zee, dibalik wajah manisnya mereka punya sisi lain yang membuat mereka disegani disekolah. Selain tentunya mereka adalah anak petinggi petinggi dan pejabat pejabat besar.

“ Sialan Gerombolan anak baru mau kemana lagi?” Kata Kinal
“ Jangan jangan mau ngeledekin kita” Kata Ayana
“ Wahhh... masih belum puas juga mereka nyari masalah sama kita!” Kata Shania
“ Ahhh.udah ayo samperin aja! Ayooo...” Kata Nabilah
“ Ehhh jangan dulu kitakan lagi dihukum” Kata Ayana
“ Iya juga sih! Awas aja kalo ini udah selesai...” Kata Kinal

Mendengar percakapan mereka aku, Barry dan Shofa sedikit bernafas lega, setidaknya sepertinya mereka sudah melupakan masalah mereka dengan kami, dan lebih memilih melanjutkan perang dengan X3. Tapi ternyata perang akan pecah lebih awal, bahkan sebelum hukuman ini selesai karena Geng X3 malah menghampiri kami dilapangan yang artinya sama saja menantang Zee untuk melanjutkan keributan.

“ Wahh wahh wahhh lihat siapa yang lagi kena hukum?” kata Naomi
“ Hahahahaha..... kenapa kaka kelas kita yang sok populer ini?” kata Lidya
“ Eh! Gak usah pada banyak omong ya loe semua!” kata Kinal
“ Tau nih, loe semua nantangin ribut? Kalian fikir kita takut?” kata Shania
“ Ehhhh udah dong kita lagi dihukum kan, nanti kalo Melody sama Ve tau gimana?” kataku
“ Diemmm....” kata Kinal dan Naomi bersamaan
“ Ahhh loe sih ikutan aja! Biarain aja dodol!” kata Shofa
“ Tau, nyari masalah aja loe!” kata Barry

Aku akhirnya memilih untuk diam dan membiarkan dua Genk ini saling melempar ejekan, dan makin lama suasana makin memanas, Zee yang dihukum seolah lupa jika mereka tidak boleh bergerak dan berbicara. Tapi itu tak bertahan lama sebelum akhirnya Melody dan Ve mengetahui hal tersebut dan langsung menghampiri kami.

“ Zee, kalian taukan harus apa? Inget hukuman kalian kan?” kata Melody
“ Ehhh.. Mel asal loe tau ya, gerombolan anak baru sialan ini yang mulai!” kata Kinal
“ Hah enak aja, emang dasar aja kalian Genk yang gak becus bikin onar, giliran udah kena hukum aja pake nunjuk orang lagi” kata Naomi
“ Diem! Berisik aja... terus kalian juga ngapain lagi X3 ada disini? Bukannya ini masih jam pelajaran?” kata Melody
“ Ya kitasih gak sengaja aja lewat dan liat kaka kaka kelas tercinta ini dijemur, ya kita pengen tau dong!” kata Naomi
“ Ahhh.. yes yes thats right, itu kanan!” Kata Della
“ Ooo... jadi kalian pingin ikutan kita jemur juga? Boleh kok boleh! kata Ve
“ Nggak kok nggak, yaudah kita mau balik lagi kekelas!” kata Yuvi

Akhirnya karena takut kena hukuman seperti Zee, X3 pun kembali kekelas mereka. Tapi sebelum mereka pergi, Kinal memberikan isyarat kepada Naomi yang isinya menantang untuk melanjutkan peperangan mereka saat pulang sekolah nanti, sayangnya hal itu tak disadari oleh Melody dan Naomi yang mengerti isyarat tersebut dengan santainya tersenyum tanda setuju. Entah apa yang akan terjadi, yang pasti aku, Barry dan Shofa tak ingin ikut terlibat lagi.

Selang beberapa lama kemudian hukuman kamipun selesai, aku sudah seperti kerupuk yang siap digoreng, berdiri berjam jam tanpa boleh bergerak memang terlihat sepele tapi untukku yang tak pernah bermasalah sejak masuk sekolah ini sangat menjengkelkan sekaligus memalukan, aku benar benar harus melakukan serangan balik pada Zee dan mereka harus membayar semua ulah mereka. “Tapi Ayana?” tiba tiba sosoknya seolah mengganjalku untuk membalas dendam pada Zee. Peperangan kini juga terjadi di hatiku, antara harus membalas dendam pada Zee atau aku harus membuang dendamku pada Zee demi sosok Ayana. Entah lah yang jelas jam pelajaran terus berlalu satu demi satu.

*** Dikantin Sepulang Sekolah**
Setelah pagi yang cukup sial bagi aku, Barry dan Shofa memutuskan untuk tidak langsung pulang setelah jam pelajaran usai, kami memilih pergi kekantin sekolah, disana hanya ada beberapa siswa yang ikut Eskul dan kebetulan masih belum dimulai.

“ Kalo aja itu majalah gak ketinggalan” Kata Shofa
“ Seenggaknya tulisan milik GanbaBarrynya itu yang bikin kita ketauan” kataku
“ Iya deh maaf, lagian kita juga gak sengaja kan ngintip mereka!” kata Barry
“ Kita harus bales Zee, apapun caranya Melody harus tau mereka biang keroknya” kata Shofa
“ Bener, biar mereka tau rasa! Kalo perlu di DO aja dari sekolah” kata Barry
“ Jangan dong, kalo dikeluarin dari sekolah kasian dong mereka?” kataku
“ Gimana apanya? Loe kenapa? Bukannya selama ini loe dendam banget kemereka!” kata Shofa
“ Jangan bilang kalo loe sekarang takut kehilangan mereka, kenapa Yud? Cewek lagi?” kata Barry

Sejenak aku terdiam, aku tak ingin kalo mereka tau aku suka salah satu anggota Zee, Ayana. Aku terus berfikir agar mereka tidak curiga, karena jika Zee dikeluarkan dari sekolah sama saja aku juga membuat Ayana pergi.

“ Woyyy jawab, loe gampang ketebak Yud, loe itu gak bakal berani nyakitin atau bikin malu cewek yang loe suka” kata Shofa
“ Iya, jangan bilang loe suka sama salah satu anggota Zee, inget mereka emang cantik tapi kelakuan mereka adalah bencana buat kita!” kata Barry
“ Buuu bukan itu, guee.. gue cuma gak mau kalo kita kenapa napa, seenggaknya Zee udah tau kalo kita saksi kunci, kalo Melody sampe tau hal ini, kita akan lebih abis sama Zee” kataku
“ Bener juga! Tapi gak papa yang pasti kita akan terus cari cara buat tendang mereka dari sekolah ini” kata Shofa
“ Nahh.. bener banget tuh!” kata Barry

Akhirnya mereka percaya alasanku, hampir saja mereka tau soal perasaanku ke Ayana, setidaknya derngan begitu mereka tak akan melaporkan kejadian waktu itu ke Melody yang artinya untuk sementara Zee bisa aman dari Ancaman DO dari sekolah. Akupun mengajak Mereka pulang, takut mereka membahas lagi soal cara mengeluarkan Zee dari sekolah. Tapi ketika kami sedang berjalan menuju keparkiran, suara ribut ribut mengagetkan kami. Dan ketika kami cari tau sumbernya, ternyata Zee dan X3 benar benar melanjutkan perang mereka.

“ Gila mereka serius perang lagi?” kata Barry
“ Cabut yuk, dari pada ketauan mereka lagi” kataku
“ Bentar, kita bikin mereka kapok kali ini, gue ada ide” kata Shofa
“ Maksud loe?” kataku
“ Udeh loe pada diem aja dan kita gak akan ditindas mereka lagi” kata Shofa

Aku dan Barry tak tau apa rencana Shofa, tapi apapun itu aku sejujurnya takut akan membuat Zee tertimpa masalah lagi, kamipun mengambil tempat yang aman dan bersembunyi namun tetap dapat melihat mereka dengan jelas.



~~~ Besambung ~~~