CHAPTER 1
THIS IS 48 SCHOOL
*** Akhirnya karena takut
kena hukuman seperti Zee, X3 pun kembali kekelas mereka. Tapi sebelum mereka
pergi, Kinal memberikan isyarat kepada Naomi yang isinya menantang untuk
melanjutkan peperangan mereka saat pulang sekolah nanti, sayangnya hal itu tak
disadari oleh Melody dan Naomi yang mengerti isyarat tersebut dengan santainya
tersenyum tanda setuju. Entah apa yang akan terjadi, yang pasti aku, Barry dan
Shofa tak ingin ikut terlibat lagi ***
Chapter 1
THIS IS 48 SCHOOL
Hari ini cuaca begitu
cerah, sinar mataharipun begitu indah bersinar. Meski agak malas karena susana
liburan yang masih berbekas, kulangkahkan kakiku menuju Sekolah. Sebuah Sekolah
Elite di sudut kota Jakarta, yang para siswanya dikenal masuk jajaran siswa
berprestasi seJakarta dan juga anak para Pengusaha Pengusaha besar. Betapa
beruntungnya aku bisa masuk kesekolah ini, tapi terkadang keberuntungan itu
berubah menjadi bencana seketika bila kuingat aku harus bersekolah dengan
segerombolan anak anak yang terkadang lebih mengedepankan Popularitas mereka
dan tak segan menindas para murid yang dianggap kurang Populer. Oia
perkenalkan, Namaku Yudha, Januar Permana Yudha, aku duduk di bangku kelas XII,
aku memang bukan murid yang begitu populer disekolah, apalagi aku hanya berasal
dari golongan keluarga biasa yang masuk kesekolah ini karena Beasiswa. Meski
begitu aku tak pernah takut kehabisan uang atau kalah saing dengan murid lain,
karena dengan otakku yang encer aku sangat diandalkan oleh mereka yang memang
daya tangkap pelajarannya kurang. Setiap tugas yang mereka berikan padaku
selalu kukerjakan dan sebagai imbalannya mereka akan memberikan apapun yang
kuminta, mulai dari uang, sampai gadget terbaru yang tak mampu kubeli. Selama
caranya Halal tentunya bukan masalahkan? Sedang asyik berjalan tiba tiba
sebuah mobil berhenti tepat disampingku.
“ Eh Curut tumben loe
jalan kaki, motor loe kemana?” Kata Shofa
“ Iye, melas amat sih!
Dijual buat biaya liburan ya?” Kata Barry
“ Ehhh anak kampret,
bukan ajakin gue nebeng malah ngeledek!” Kataku
“ Lagi emang motor loe
kemana?” Kata Barry
“ Masuk bengkel, servis
rutin, hari ini jadwalnya!” Kataku
“ Yaudah ayo masuk!” Kata
Shofa
Aku segera masuk kemobil
milik Shofa, Shofa dan Barry adalah sahabatku dari kelas X, kami trio yang
cukup aneh, karena kami meliliki karakter dan kepribadian yang amat berbeda
satu sama lain, tapi meski begitu hubungan kami bertiga sangat akrab sebagai
sahabat. Mobil terus melaju menuju kesekolah dan tak lama kamipun sampai. Kami
segera menuju kekelas, tapi saat dikoridor Shofa menghentikan langkah kami.
Awalnya aku merasa bingung, tapi tak lama aku sadar tak jauh didepan kami ada
salah satu Genk Paling Populer disekolah kami, mereka adalah The Zee, mereka
berisikan 6 orang anggota, Pertama ada ketua mereka Kinal yang merupakan sosok
paling vital di grup ini, lalu Sendy yang ternyata dibalik sikap anggunnya dia
adalah penyuka lagu dangdut, Nabilah yang terkenal paling muda di grup dan
paling nyablak, ia juga penyuka musik cadas, Ayana si tukang tidur yang
memiliki wajah polos dan suka tertawa juga terkadang lemot, Shania si Miss
Ferfect yang selalu menginginkan segalas sesuatunya sempurna, dan Haruka Siswa
baru pindahan dari Jepang yang polos dan kadang lemot.
“ Mampus... Asli mampus!”
Kata Shofa
“ Kenapa sih loe?” Kataku
heran
“ Tau nih, ada apaan
sih?” Kata Barry
“ Kalian lupa kejadian
waktu sore pas sebelum kita liburan sekolah?” Kata Shofa
“ Bentar.... oooo yang Zee
Ribut Sama X3 itukan? Kataku
“ Nah, Cuma kita
saksinya!” Kata Shofa
“ Terus Kenapa?” Kata
Barry
“ Gw denger sekarang si
Ketua Osis Killer Melody sama Wakilnya Ve lagi nyari siapa pelaku perusakan
ruang osis!” Kata Shofa
“ Hubungannya sama kita
apaan?” Kataku
“ Kita adalah saksi kunci
saat mereka ribut sama X3 dan akibatnya ruangan Osis ancur!” Kata Shofa
“ Kalo gitu cabut, cabut,
cabut, serius mendingan cabut!” Kata Barry
Untuk mencegah hal hal
yang tidak diinginkan kamipun berusaha untuk menghindari mereka, tapi sebelum
kami sempat melakukannya, Kinal dengan lantang memanggil nama kami meski status
mereka adalah adik kelas kami.
“ Yudha, Shofa, Barry!!!
Mau kemana loe semua?” Kata Kinal
“ Sialan ketauan kan
kita” Kataku
“ Loe mau beresin masalah
sekarang atau kita jamin hari ini adalah hari terakhir kalian sekolah” Kata
Sendy
Suasana dikoridurpun
mendadak hening, Siswa lain hanya berani melihat dan sebagian lagi memilih
untuk menyingkir. Kami bertiga membalikan badan kami, benar benar hari pertama
sekolah yang sial buatku, andai saja mereka bukan kumpulan anak anak pejabat
penting disekolah ini pasti sudah ku hajar mereka satu persatu. Apa sulitnya
menghajar adik adik kelas perempuan ini, meski kecantikan mereka diatas rata
rata siswa disekolah ini, tapi untuk kami bertiga mereka adalah musuh utama
yang harus dibasmi. Akhirnya kamipun memasang muka polos dan pura pura tidak
tau atas kejadian yang kami lihat waktu itu.
“ Ehhh... Kinal ada apa
nih?” Kataku
“ Pake nanya lagi! Kalian
bertiga mendingan ikut kita sekarang! Kata Kinal
“ Tapi Nal 10 menit
lagikan kita masuk kelas!” Kata Shofa
“ Nah itu dia, nanti aja
ya jam istirahat” Kata Barry
“ Iya betul 10 menit
lagikan kita masuk kelas” Kata Haruka dengan logat Jepangnya
“ Gue gak mau tau! Ini
lagi Haruka, udah diem aja” Kata Kinal
“ Tau, udah seret aja seret, hahahaha” Kata
Nabilah
“ Buset bil, diseret? Iya
iya kita ikut deh!” Kata Barry
Kami bertiga akhirnya
mengikuti mereka ketempat yang selama ini dijadikan markas The Zee, mereka
benar benar sukses membuat kami seperti kerbau dungu yang dicokok hidungnya.
Semua murid yang melihat kami lewat hanya bisa melihat sambil berbisik, karena
mereka juga tak mau membuat masalah dengan The Zee, sekali mereka terlibat
masalah dengan gerombolan ini sama saja berarti mereka telah membuka pintu
menuju neraka sekolah, apalagi jika mereka hanya murid biasa seperti kami
bertiga. Sesampainya disana pintu langsung mereka tutup, kami didudukan di
bangku, persis seperti tahanan yang akan di introgasi.
“ Ehhh... Jangan fikir
kita gak tau ya kelakuan kalian bertiga waktu kita ribut sama X3!” Bentak Kinal
“ Tau, kalian fikir kami
gak liat! Kata Shania
“ Emang kalian liat apa
dari kita?” Kata Barry
“ Wahh... malah ngajak
bercanda ini anak! Udah siksa aja siksa!!!” Celetuk Nabilah
“ Ehhh tardulu dong,
emang kita salah apa? Kita gak tau apa apa” Kataku
“ Iya emang mereka salah
apa?” Kata Haruka
“ Ihhh Haruka diem dulu
deh!” Kata Sendy
“ Bentar Nal, buktinya
apa kalo kita terlibat?” Kata Shofa
“ Majalah ini jelas bukti
kalo kalian ada dilokasi saat itu” Kata Kinal
Sebuah majalah pun
dilemparkan ke meja didepan kami, majalah tentang sepak bola yang terbit
seminggu sekali yang biasa dibeli Barry. Jelas kami tidak bisa mengelak, disitu
ada tanda tangan milik pemain Timnas yang jadi Idola Barry plus tulisan yang
tertera jelas di sampul majalah yang isinya “Buku ini milik GanbaBarry”.
“ Yaelah.... penyakit
dah!” Kata Shofa
“ Kok bisa sih loe
tinggal? Pake loe tulisin milik GanbaBarry segala lagi” Kataku
“ Lupa gue, pantesan gue
cariin gak ada!” Kata Barry
“ Nah sekarang mau ngelak
gimana lagi loe?” Kata Kinal
“ Udah Nal, Abisin aja ni
anak!” Kata Shania
“ Iya udah hajarrr aja
hajarrr.. kita kerjain abis abisan! hahahaha” Kata Nabilah
“ Oke! Dari pada jadi
masalah, mending kita abisin sekarang biar gak buka mulut” Kata Kinal
Kami bertiga sudah pasrah
menerima apapun yang akan mereka lakukan, yang pasti ini akan jadi hari
bersejarah dimana kami bertiga harus dikerjai abis abisan oleh adik kelas kami
sendiri. Tapi ketika mereka akan mengerjai kami tiba tiba Brrakk.....!!! pintu
terbuka dengan keras, dan saat kami menoleh ternyata itu adalah Melody dan wakilnya
Ve.
“ Kalian tau ini jam
berapa? Kenapa belum masuk kelas?” Kata Melody
“ Heh...sopan ya loe maen
masuk aja tanpa permisi!” jawab Kinal
“ Gue ketua Osis disini
dan gue berhak negakin peraturan!” Kata Melody
“ Jadi mending kalian
ikut kita kelapangan untuk dihukum atau kami mesti bilang kepala sekolah?” Kata
ve
“ Sialan pilihannya cuma
itu lagi nal, gimana dong” kata Shania
“ Oke, kali ini kalian
menang! Tapi awas lain kali” Kata Kinal
“ Oiya? Uupppsss... gw
takut! Kata Melody
Akhirnya sementara kami
selamat dari hukuman The Zee, tapi tak bisa lolos dari si Ketua Osis dan
wakilnya yang berwajah cantik namun dikenal killer, terutama bagi para pembuat
Onar seperti The Zee dan X3. Melody memang dikenal sebagai ketua Osis paling
tegas dan sukses sepanjang sejarah sekolah, ia juga diklaim sebagai Ketua Osis
paling cantik sepanjang sejarah sekolah. Apalagi kinerjanya ditunjang Ve
wakilnya yang juga tak kalah cantik dan lebih feminim tapi ia adalah otak
dibalik semua hukuman yang ditakuti oleh semua murid disekolah, tak terkecuali
The Zee dan X3 yang lebih mirip anak ayam yang tak bernyali jika berhadapan
dengan mereka berdua.
“ Akhirnya kita lolos ya
dari Zee, tapi kena sama dua Killer!” Kata Barry
“ Ini sih sama aja masuk
kandang macan keluar kandang singa” Kata Shofa
“ Terbalik!” Kataku
“ Heh, ngobrol aja! Inget
ya kalian masih ada masalah sama kita” Kata Shania
Sesampainya dilapangan
Melody meminta kami untuk berjajar, dan saat ia melihat kami satu persatu
sepertinya ia merasa ada yang aneh, lalu bertanya pada Ve. Begitupun Ve yang
juga nampak keheranan melihat kami.
“ Oia, kenapa The Zee
Cuma berlima? mana satu orang lagi?” Kata Melody
“ Mana gue tau!” Kata
Kinal
“ Sebentar, kayaknya
Ayana nih yang ilang, kemana itu anak?” Kata Ve
“ Ehh... Yaudah gue aja
yang cek!” Kata Sendy
“ Enak aja, yang ada loe
gak akan balik lagi. Yud loe aja yang pergi” Kata Melody
“ Yah kok gue Mel?”
Kataku
“ Atau mau hukuman loe
gue tambah?” Kata Melody
Dengan malasnya akupun
kembali ke markas The Zee, berurusan dengan mereka aja belum selesai, sekarang
aku malah disuruh untuk menjemput salah satu anggota mereka di markasnya.
Fikiran aneh aneh mulai menyapaku, mulai dari aku yang akan ditahan disana
untuk bahan tebusan Anggota Zee yang sedang dihukum atau malah aku yang akan di
kerjai habis habisan lalu balik di tinggal. Tapi bagai mana lagi, dari pada
hukumanku ditambah. Sesampainya disana aku langsung mencari Ayana, anggota Zee
yang paling mudah tertawa dan susah untuk berhenti jika sudah tertawa dan mudah
tertidur dimana saja ketika ia merasa ngantuk.
“ Mana itu anak? Kok gak
ada?” Gerutuku dalam hati.
Tapi tak lama aku
menemukannya sedang tertidur di salah satu kursi yang teletak di pojok ruangan,
pantas saja ia tak datang kelapangan. Aku juga baru sadar ternyata ia tak ikut
mengintrogasi kami tadi karena tertidur, dan karena saking takutnya kami
bertigapun tak sadar akan hal itu. Tapi saat aku mendekatinya entah kenapa aku
baru tersadar jika Ayana memiliki wajah yang manis bahkan diantara anggota Zee
lainnya, sesaat langkahku terhenti, mataku tak bisa lepas dari wajah anggota Zee
yang kadang lemotnya bisa melebihi Haruka ini.
“wajahnya sih polos tapi kenapa harus ikut
gabung sama Zee? “ Fikirku.
Tapi saat aku sedang
memandangi wajahnya secara tak sengaja aku menendang meja disamping ku dan
suaranya membuat Ayana terbangun.
“ Lohhh kamu ngapain
disini? Yang lain mana?” Kata Ayana
“ Yehhh gue suruh
ngejemput loe, tadi Melody kesini dan ngehukum anak anak karena bolos jam
pelajaran pertama” Kataku
“ Terus sekarang pada
kemana?” Kata Ayana
“ Dilapangan noh, ayo
kesana” Kataku
“ Ngapain?” Kata Ayana
“ Ya ampun ayy, loe tuh
kalo lemot kadang berlebihan deh, ya kita dihukum sama Duo Killer itu” Kataku
“ Ohhh... hehehehe” Kata
Ayana yang malah tersenyum
Seketika ingatan burukku
tentang Jungkies menghilang saat kulihat manis senyuman dari cewek bermata sayu
ini, tapi sedang asik asiknya berjalan dikoridor, ingatan buruk itu muncul lagi
saat ayana berbalik menghadapku dan mengancamku untuk tidak bilang kalo ia
tertidur.
“ Awas ya kalo kamu bilangin
aku tadi ketiduran!” KataAyana
“ Iyaa deh iyaa” Kataku
Lalu kami pun melanjutkan
perjalanan kami, saat sampai dilapangan Melody langsung menegur ayana.
“ Abis dari mana loe?”
Kata Melody
“ Tadi emmm aku abiss
eeemmm dari kamar mandi ka Imel tanya aja Yudha” Kata Ayana
“ Bener Yud?” Kata Melody
“ Emmm.... Eee....”
Kataku
Dan tanpa sadar Ayana
menginjak kakiku sehingga sambil menahan sakitpun aku menjawab Iya.
“ Oooo... Gue fikir loe
ketiduran” Kata Melody
“ Nggak dong kak Imel,
aku mana pernah begitu hehehehe” Kata Ayana
“ Yaudah masuk barisan
jangan senyam senyum aja kamu!” Kata Ve
And The Nightmare Begin!
Hukumanpun dimulai, hukuman yang bahkan bukan disebabkan oleh ulah kami
sendiri. Saat itu jujur saja kekesalanku kepada Zee makin bertambah, tapi entah
kenapa dibalik rasa kesalku sesekali senyuman dan wajah Ayana malah sering
terbayang olehku. Hukumanpun dimulai, kami harus berdiri menghormat bendera
sampai jam istirahat tiba, itu artinya hampir 2 jam. Tak sampai disitu, kami
dilarang berbicara apapun dan bergerak selama kami menjalani hukuman, benar
benar seperti patung. Dan yang paling parah adalah saaat gerombolan X3 lewat
depan kami.
“ Ehh,,, Bentar deh, itu Zee
lagi dihukum Duo Killer ya?” Kata Sinka
“ Ihhh iyaaa lucuk ya
mereka lucuk! Hahaha” Kata Yuvi
“ Hah... Zee emang gak
lebih dari Genk yang gak becus bikin onar, buktinya dia ketangkep sama Duo
Killer” Kata Naomi
“ Yesss yess i’am so
agree with you” Kata Della
“ Artinya emang loe
ngerti?” Kata Rona
“ Noo no i’am no ngerti sebenernya,
pokoknya itulah!” Kata Della
Kehadiran X3 ternyata
disadari kapten Zee Kinal, ya Musuh mereka dari kelas X yang tak lain adalah
adik kelas mereka, deretan siswa baru yang tak mau kalah populer dan akhirnya
menciptakan sebuah Genk bernama X3. Soal kecantikan mereka tidak perlu ditanya,
hanya mereka lah yang mampu menyaingi Zee baik dari segi popularitas, kekayaan
maupun kecantikan para anggotanya. Tapi meski begitu kedua genk yang sering
berseteru ini sama sama punya kesamaan yang ditakuti murid murid lain bahkan
kaka kelas mereka sekalipun yaitu suka berbuat Onar. X3 diketuai oleh Naomi
yang merupakan otak terbentuknya X3, dan beranggotakan Sinka adiknya yang tak
kalah polos dan lucu dari Ayana dan Haruka, lalu ada Rona Anak rockernya X3
yang merupakan saingan dari Nabilah di Zee, Lidya yang Juteknya jadi bahan
masalah utama Shania, Yuvi yang menggemaskan, dan Della anggota yang paling
sering berbicara Bahasa Inggris meskipun kadang belepotan. Tapi sama seperti
anggota Zee, dibalik wajah manisnya mereka punya sisi lain yang membuat mereka
disegani disekolah. Selain tentunya mereka adalah anak petinggi petinggi dan
pejabat pejabat besar.
“ Sialan Gerombolan anak
baru mau kemana lagi?” Kata Kinal
“ Jangan jangan mau
ngeledekin kita” Kata Ayana
“ Wahhh... masih belum
puas juga mereka nyari masalah sama kita!” Kata Shania
“ Ahhh.udah ayo samperin
aja! Ayooo...” Kata Nabilah
“ Ehhh jangan dulu
kitakan lagi dihukum” Kata Ayana
“ Iya juga sih! Awas aja
kalo ini udah selesai...” Kata Kinal
Mendengar percakapan
mereka aku, Barry dan Shofa sedikit bernafas lega, setidaknya sepertinya mereka
sudah melupakan masalah mereka dengan kami, dan lebih memilih melanjutkan
perang dengan X3. Tapi ternyata perang akan pecah lebih awal, bahkan sebelum
hukuman ini selesai karena Geng X3 malah menghampiri kami dilapangan yang
artinya sama saja menantang Zee untuk melanjutkan keributan.
“ Wahh wahh wahhh lihat
siapa yang lagi kena hukum?” kata Naomi
“ Hahahahaha..... kenapa
kaka kelas kita yang sok populer ini?” kata Lidya
“ Eh! Gak usah pada
banyak omong ya loe semua!” kata Kinal
“ Tau nih, loe semua
nantangin ribut? Kalian fikir kita takut?” kata Shania
“ Ehhhh udah dong kita
lagi dihukum kan, nanti kalo Melody sama Ve tau gimana?” kataku
“ Diemmm....” kata Kinal
dan Naomi bersamaan
“ Ahhh loe sih ikutan
aja! Biarain aja dodol!” kata Shofa
“ Tau, nyari masalah aja
loe!” kata Barry
Aku akhirnya memilih
untuk diam dan membiarkan dua Genk ini saling melempar ejekan, dan makin lama
suasana makin memanas, Zee yang dihukum seolah lupa jika mereka tidak boleh
bergerak dan berbicara. Tapi itu tak bertahan lama sebelum akhirnya Melody dan
Ve mengetahui hal tersebut dan langsung menghampiri kami.
“ Zee, kalian taukan
harus apa? Inget hukuman kalian kan?” kata Melody
“ Ehhh.. Mel asal loe tau
ya, gerombolan anak baru sialan ini yang mulai!” kata Kinal
“ Hah enak aja, emang
dasar aja kalian Genk yang gak becus bikin onar, giliran udah kena hukum aja
pake nunjuk orang lagi” kata Naomi
“ Diem! Berisik aja...
terus kalian juga ngapain lagi X3 ada disini? Bukannya ini masih jam
pelajaran?” kata Melody
“ Ya kitasih gak sengaja
aja lewat dan liat kaka kaka kelas tercinta ini dijemur, ya kita pengen tau
dong!” kata Naomi
“ Ahhh.. yes yes thats
right, itu kanan!” Kata Della
“ Ooo... jadi kalian
pingin ikutan kita jemur juga? Boleh kok boleh! kata Ve
“ Nggak kok nggak, yaudah
kita mau balik lagi kekelas!” kata Yuvi
Akhirnya karena takut
kena hukuman seperti Zee, X3 pun kembali kekelas mereka. Tapi sebelum mereka
pergi, Kinal memberikan isyarat kepada Naomi yang isinya menantang untuk
melanjutkan peperangan mereka saat pulang sekolah nanti, sayangnya hal itu tak
disadari oleh Melody dan Naomi yang mengerti isyarat tersebut dengan santainya
tersenyum tanda setuju. Entah apa yang akan terjadi, yang pasti aku, Barry dan
Shofa tak ingin ikut terlibat lagi.
Selang beberapa lama
kemudian hukuman kamipun selesai, aku sudah seperti kerupuk yang siap digoreng,
berdiri berjam jam tanpa boleh bergerak memang terlihat sepele tapi untukku
yang tak pernah bermasalah sejak masuk sekolah ini sangat menjengkelkan
sekaligus memalukan, aku benar benar harus melakukan serangan balik pada Zee
dan mereka harus membayar semua ulah mereka. “Tapi Ayana?” tiba tiba sosoknya
seolah mengganjalku untuk membalas dendam pada Zee. Peperangan kini juga
terjadi di hatiku, antara harus membalas dendam pada Zee atau aku harus
membuang dendamku pada Zee demi sosok Ayana. Entah lah yang jelas jam pelajaran
terus berlalu satu demi satu.
*** Dikantin Sepulang
Sekolah**
Setelah pagi yang cukup
sial bagi aku, Barry dan Shofa memutuskan untuk tidak langsung pulang setelah
jam pelajaran usai, kami memilih pergi kekantin sekolah, disana hanya ada
beberapa siswa yang ikut Eskul dan kebetulan masih belum dimulai.
“ Kalo aja itu majalah
gak ketinggalan” Kata Shofa
“ Seenggaknya tulisan
milik GanbaBarrynya itu yang bikin kita ketauan” kataku
“ Iya deh maaf, lagian
kita juga gak sengaja kan ngintip mereka!” kata Barry
“ Kita harus bales Zee,
apapun caranya Melody harus tau mereka biang keroknya” kata Shofa
“ Bener, biar mereka tau
rasa! Kalo perlu di DO aja dari sekolah” kata Barry
“ Jangan dong, kalo
dikeluarin dari sekolah kasian
dong mereka?” kataku
“ Gimana apanya? Loe
kenapa? Bukannya selama ini loe dendam banget kemereka!” kata Shofa
“ Jangan bilang kalo loe
sekarang takut kehilangan mereka, kenapa Yud? Cewek lagi?” kata Barry
Sejenak aku terdiam, aku
tak ingin kalo mereka tau aku suka salah satu anggota Zee, Ayana. Aku terus
berfikir agar mereka tidak curiga, karena jika Zee dikeluarkan dari sekolah
sama saja aku juga membuat Ayana pergi.
“ Woyyy jawab, loe
gampang ketebak Yud, loe itu gak bakal berani nyakitin atau bikin malu cewek
yang loe suka” kata Shofa
“ Iya, jangan bilang loe
suka sama salah satu anggota Zee, inget mereka emang cantik tapi kelakuan
mereka adalah bencana buat kita!” kata Barry
“ Buuu bukan itu, guee..
gue cuma gak mau kalo kita kenapa napa, seenggaknya Zee udah tau kalo kita
saksi kunci, kalo Melody sampe tau hal ini, kita akan lebih abis sama Zee”
kataku
“ Bener juga! Tapi gak
papa yang pasti kita akan terus cari cara buat tendang mereka dari sekolah ini”
kata Shofa
“ Nahh.. bener banget
tuh!” kata Barry
Akhirnya mereka percaya
alasanku, hampir saja mereka tau soal perasaanku ke Ayana, setidaknya derngan
begitu mereka tak akan melaporkan kejadian waktu itu ke Melody yang artinya
untuk sementara Zee bisa aman dari Ancaman DO dari sekolah. Akupun mengajak
Mereka pulang, takut mereka membahas lagi soal cara mengeluarkan Zee dari
sekolah. Tapi ketika kami sedang berjalan menuju keparkiran, suara ribut ribut
mengagetkan kami. Dan ketika kami cari tau sumbernya, ternyata Zee dan X3 benar
benar melanjutkan perang mereka.
“ Gila mereka serius
perang lagi?” kata Barry
“ Cabut yuk, dari pada
ketauan mereka lagi” kataku
“ Bentar, kita bikin
mereka kapok kali ini, gue ada ide” kata Shofa
“ Maksud loe?” kataku
“ Udeh loe pada diem aja
dan kita gak akan ditindas mereka lagi” kata Shofa
~~~ Besambung ~~~